KODOK BELAGU Sebagai Metode Pembelajaran Mahasiswa Kedokteran

Berita Racun, Oktober 2012.

 

“Kamu seperti hantu

Terus menghantuiku

Kemana pun tubuhku pergi

Kau terus membayangi aku”

 

Bagi koas penggemar lagu, pasti tak asing dengan lirik lagu besutan Dewa tersebut. Lagu berjudul ‘Kosong’ ini termasuk lagu yang berhasil mendulang sukses pada tahun 2002 silam. Namun, tak ada yang menyangka bahwa lirik lagu-lagu dewa berpotensi dijadikan materi pembelajaran untuk mahasiswa fakultas kedokteran. Berikut Koas Racun melaporkan salah satu materi diskusi dari seminar KODOK BELAGU (Koas dan Dokter Belajar Lewat Lagu).

 

“Dari bait pertama saja, kita sudah bisa melihat adanya waham kejar,” tukas dokter Wagiyo Hambali, SpKJ. “Lirik ini bisa dijadikan materi diskusi tentang gejala-gejala skizofrenia bagi koas, terutama yang agak sulit connect dengan istilah medis dan contoh-contoh ilmiah.”

 

Ketika ditanya apa kelebihan memilih menggunakan lagu dibanding contoh-contoh yang sudah umum dipakai (seperti merasa dikejar orang yang ingin membunuh atau dikejar makhluk luar angkasa), dokter yang lebih ngetop dengan nama singkatan dokter WaHam ini menjelaskan perlunya variasi dalam contoh soal.

 

“Saya sudah menggunakan contoh soal ‘merasa dikejar orang yang ingin membunuh pasien’ selama bertahun-tahun, dan jujur saya sudah bosan. Saya harus mencari contoh lain yang lebih gaul, dan saya memilih lagu,” jelasnya.

 

“Lagu Dewa ini termasuk contoh yang baik, karena kita juga bisa menemukan lirik ‘di dalam keramaian aku masih merasa sepi’ yang mengindikasikan gangguan penilaian yang mungkin mengarah ke gejala negatif pada skizofrenia,” jelas dokter yang memiliki hexakosioihexekontahexaphobia alias takut yang berlebih dengan angka 666.

 

Menurutnya, unik sekali untuk menemukan lagu dengan gejala negatif dan gejala positif skizofrenia di dalamnya. “Ditambah lagi dengan lirik yang menggambarkan gejala depersonalisasi lewat ‘tubuhku ada di sini, tetapi tidak jiwaku’, ini sungguh lagu yang baik untuk didiskusikan.”

 

Dokter WaHam menambahkan, dengan banyaknya variasi lagu di Indonesia, tidak tertutup kemungkinan lagu-lagu tersebut akan dipakai rekan-rekannya di bagian lain sebagai bahan diskusi atau bahkan soal ujian.

 

“Rekan saya dari departemen kardiologi sudah mengadakan rapat tentang penggunaan lagu I Heart You dari SM*SH untuk salah satu soal ujian mengenai nyeri dada. Anda tahu, kan? ‘Kenapa hatiku cenat cenut tiap ada kamu’?”

 

Kami masih menunggu kemungkinan hasil diskusi KODOK BELAGU ini akan ambil bagian dalam UIDIH (Ujian Inisiasi Dokter Indonesia Holistik)

 

(ndreamon)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s