IDIH Akan Studi Banding Perihal Logo ‘Ular Aesculapius’

Berita racun, September 2012.

 

IDIH (Ikatan Dokter Intelek dan Humanis), suatu badan binaan DPR RI, merencanakan untuk melaksanakan studi banding ke Yunani, India, Australia, Brazil, dan Antartika untuk menjawab pertanyaan seputar jenis spesies ular di lambang kedokteran, yaitu di tongkat Aesculapius.

 

Seperti yang sudah kita ketahui, lambang medis kerap kali  dihubungkan dengan ular. Lambang kedokteran berupa ular yang melilit tongkat. Lambang apotek menyertakan ular dalam gambar gelasnya.  Bahkan, logo IDIH juga tak lepas dari ular ini.

 

“Kami malu sekali tidak mampu menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa kedokteran yang kritis mengenai spesies ular tersebut. Bagaimana mungkin sebuah lambang yang digunakan ribuan tahun tidak diketahui asal-usul spesies ularnya?” jelas sekjen IDIH dokter Dubia kepada tim Koas Racun.

 

Sekjen IDIH dalam kesempatan yang sama menyebutkan bahwa studi banding ini akan jauh lebih bermanfaat daripada studi banding lambang PMI yang dilakukan pada waktu yang sama oleh DPR. Pasalnya, rencana DPR untuk melakukan studi banding ke Turki dan Denmark yang akan menghabiskan uang negara sebesar 1,3 milyar rupiah ini dianggap tidak mendesak dan tidak jelas.

 

“Studi yang dilakukan IDIH ini lebih terencana. Kami menggunakan metode ilmiah dalam bentuk retrospective cohort study dengan merujuk Yunani sebagai tinjauan pustaka asal logo tersebut. Kami juga memilih India, Australia, dan Brazil sebagai negara dengan varian ular terbesar sebagai kelompok sampel, serta Antartika sebagai kelompok kontrol,” jelas dokter dengan nama lengkap Dubia bin Bona M ini.

 

Sekjen IDIH mengaku bahwa sumber dana untuk studi banding ini berasal dari realokasi dana Jamkesmas sebesar 69%. “Toh pasien sakit yang miskin tidak akan habis-habis juga, baik disunat dananya ataupun tidak. Tapi studi banding yang cuma sekali seumur hidup ini nantinya akan menginspirasi dokter-dokter muda yang jauh lebih berpotensi dan bersedia mengabdi bagi nusa dan bangsa.”

 

Setelah studi banding ini dilaksanakan, IDIH juga berencana melakukan studi banding untuk beberapa topik lain. “Selanjutnya, kami akan meneliti insidensi kesurupan di Dunia Fantasi dibandingkan dengan kesurupan di Universal Studio Singapore dan Disney Land di Jepang. Semua ini demi kemajuan dunia pendidikan kedokteran di tanah air.”

 

(Rodri T)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s